22 Juni 2009

Demam dan Rematik



Demam Rematik adalah suatu penyakit yang amat serius yang umumnya menimpa anak-anak dan orang muda belasan tahun. Penyakit itu dianggap sebagai keadaan allergik yang menyerang jaringan ikat dalam tubuh, menyebabkan nyeri pada persendiaan, St. Vitus dance (gerakan-gerakan otot yang cepat yang tidak dihendaki), karena gangguan urat syaraf pusat dan jejas-jejas di kulit. Semua gejala ini sementara saja. Bagian yang serius pada penyakit ini adalah bahaya yang diadakannya pada katup-katup jantung. Kuman-kuman streptococcus yang terdapat di kerongkongan rupa-rupanya telah menyebabkannya. Oleh adanya kuman-kuman itu tubuh mrnjadi sangat sensitif, dan reaksi allergi inilah yang menyebabkan kerusakan. Biasanya anak itu mendapat sakit tenggorakan pada mulanya. Beberapa hari atau minggu kemudian ia mungkin mendapat demam, persendiaan sakit, kurang nafsu makan, berkeringat banyak dan timbul ruam. Tidak ada dua peristiwa yang sama benar dalam manifestasinya. Hal ini sering menjadikan diagnosa sulit dan tidak menentu. Juka ragu-ragu, palingbaikmelakukanperawatan.Demam rematik rupa-rupanya menimpa keluarga -keluarga tertentu. Jika kedua orang tua sudah pernah mendapatkan penyakit itu di masa kanak-kanak, anak-anak mereka lebih mungkin mendapat demam rematik. Di mana terdapat banyak sekali anak-anak dan orang muda yang tinggal bersama-sama, selalu ada kemungkinan terjadinya demam rematik. Tinggal bersesak-sesakan, kekurangan gizi dan kelembaban selamanya memegang peranan. Serangan demam rematik mungkin terjadi di tangsi-tangsi militer.Meskipun demam rematik menyerang seluruh tubuh, kerusakan terbesar terjadi di jantung. Dua di antara tiap-tiap seratus anak sekolah mungkin menderita salah satu bentuk rematik jantung. Demam rematik menyebabkan lebih banyak kematian selama dua puluh tahun pertama dalam kehidupan, daripada segala penyakit menular lainnya yang dikumpulkan bersama-sama. Inilah fakta-fakta yang tidak dapat dilupakan oleh orang tua. Demam rematik menimpa anak-anak ditiap-tiap bagian dunia ini.Jalannya Penyakit: Demam rematik biasanya menimpa mula-mula pada masa kanak-kanak sekitar umur delapan tahun. Anak-anak itu diserang sakit kerongkongan atau selesma diikuti dengan serangan radang tonsil atau barangkali scarlatina. Sementara ia sembuh dari infeksi, satu atau dua persendiannya menjadi merah, bengkak dan terasa sakit bila disentuh. Nyeri terasa juga pada otot-otot dan urat-urat, dan juga kehilangan selera dan perasaan lemah. Benjol-benjol kecil yang lembut mungkin kelihatan di kulit, terutama pada persendian tertentu, seperti siku. Pendarahan Hidung biasanya terjadi pada demam rematik, meskipun tidak ada luka. Nyeri di dada mungkin berarti bahwa peradangan sudah mencapai kandung jantung dan otot-otot jantung itu sendiri. Anak itu mungkin mendapat radang paru-paru, radang selapu dada, malahan nyeri di perut yang menyerupai radang umbai usus buntu yang akut.Penderita mungkin menjadi gelisah karena gerakan otot yng cepat dan tersentak-sentak yang tidak dikehendaki. Penyakit ini lebih umum terdapat pada gadis-gadis, tapi kadang-kadang juga pada anak laki-laki. Gerakan tangan mungkin menjadi cepat, tersentak-sentak dan tidak teratur, dan si sakit mempunyai kecenderungan menjatuhkan barang-barang. Mungkin juga otot-otot menjadi melemah, malahan ada kesulitan untuk mengunyah dan menelan, terutama pada gadis-gadis yang lebih muda. Bukannya semua demam rematik mempunyai gejala-gejala yang nyata seperti ini. Pada anak-anak lain penyakit itu mungkin dalam taraf yang rendah atau type terpendam dengan sedikit tanda-tanda nyata. Tetapi anak itu tidak sehat. Ia mudah menjadi lelah dan berat badannya mungkin tidak bertambah sebagaimana mestinya. Ia mungkin mengalami denyutan nadi yang cepat terus-menerus dan demam rematik, yang berlangsung lama sekali. Anak itu mungkin mengeluh karena nyeri yang disebabkan oleh proses pertumbuhan badan. Ini berarti nyeri otot-otot dan persendian-persendian dan barangkali di jantung. Keluhan seperti itu harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Anak itu harus di bawa ke tempat tidur dan disuruh tinggal di situ sampai ia sembuh dan kuat kembali. Sekolah kurang penting jika dibandingkan dengan kesehatannya di masa depan. JANGAN pernah menyepelekan infeksi tenggorokan. Sebab, penyakit ini dapat menyulut timbulnya penyakit lain yang lebih berbahaya. Terlebih lagi, jika Anda mengobatinya dengan tidak tuntas. Maka risiko terserang penyakit demam rematik sehingga menyebabkan kerusakan jantung yang akan Anda hadapi. Memang, dibanding dewasa penyakit ini banyak ditemukan pada anak berusia 6-15 tahun. Penyakit ini biasanya muncul dalam kurun 20 hari pada penderita infeksi tenggorokan yang tidak sembuh tuntas. Prof dr Ali Ghanie SpPD-KKV menjelaskan, di negara berkembang, sewaktu masih dalam usia anak, sering terjadi infeksi tenggorok kuman streptokok. Di negara maju, infeksi ini sudah mulai dapat diberantas dengan terapi antibiotik. Infeksi kuman streptokok pada tenggorok tersebut dapat menimbulkan demam rematik dan demam rematik ini merupakan penyebab utama penyakit katup jantung. “Karena itulah, dikenal sebagai rematik jantung,” terang dokter dari Subdivisi Kardiologi Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran (FK Unsri) RSMH Palembang ini. Di Indonesia, rematik jantung ini akibat tidak tuntasnya pengobatan demam rematik pada anak. Misalnya, pemberian antibiotik yang tidak tepat. Sehingga, beberapa tahun kemudian, saat si anak berusia remaja dan dewasa, kuman tadi bisa menyerang katup jantung. Penyakit jantung rematik ini masih cukup banyak di Indonesia. Sayangnya, gejala jantung rematik tidak khas. Mirip dengan penyakit lain, hanya gejala panas dan nyeri sendi. “Biasanya orang tidak mengetahui kalau itu gejala jantung rematik,” ucap Ali. Sebenarnya, dokter yang memeriksa pasien dapat mendengarkan perubahan bunyi jantung akibat kelainan tersebut. Sehingga, dapat mendeteksi kelainan ini hanya dengan menggunakan stetoskop. Jantung manusia mempunyai empat ruangan, yaitu serambi (atrium) kiri dan kanan serta bilik (ventrikel) kiri dan kanan. Antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat katup mitral, sedangkan antara serambi kanan dan bilik kanan terdapat katup trikuspid. Darah yang terkumpul di atrium kanan menuju bilik kanan ke paru-paru, kemudian kembali ke serambi kiri dan selanjutnya ke bilik kiri. Tujuannya agar bisa dipompa oleh bilik kiri keseluruhtubuh. Gangguan yang disebabkan demam rematik pada katup jantung dapat berupa penyempitan katup (stenosis) atau kebocoran katup (insufisiensi). Kedua kelainan ini akanmenyebabkan gangguan aliran darah pada jantung.Darah yang dipompakan akan mengalami kesulitan melalui katup jantung yang menyempit, sedangkan pada keadaan insufisiensi terjadi semacam kebocoran. Ketika bilik kiri jantung berkontraksi, katup mitral yang terdapat antara serambil kiri dan bilik kiri jantung tidak dapat menutup rapat. Akibatnya, darah yang dipompa oleh bilik kiri sebagian menuju pembuluh aorta, tetapi sebagian lagi kembali ke atrium kiri melalui katup yang tak menutup rapat tadi.
Semoga bermanfaat bagi semua warga Gang Jeruk........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar